Mengenal Sistem HVAC pada Gedung

sistem hvac gedung

Sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioner) merupakan sistem yang mengatur kualitas udara di dalam bangunan. Hal ini mencakup pengatur suhu, filter udara, pengatur kelembaban, dan ventilasi yang mengatur sirkulasi udara. Sistem HVAC membuat udara di dalam bangunan bisa dibuat senyaman mungkin bagi para penggunanya terlepas bagaimana kondisi udara di luar bangunan. Misal saat cuaca sangat panas di luar, AC di dalam ruangan bisa memberikan udara yang dingin dan sejuk. Selain itu, semakin baik sistem HVAC pada suatu bangunan, kualitas udara akan semakin terjaga, terhindar dari bakteri, virus, jamur, dan serangga yang bisa menyebabkan infeksi pernafasan, alergi, maupun penyakit asma. 

Bagaimana Sistem HVAC Bisa Lebih Efisien untuk Bangunan Komersial?

ilustrasi bangunan gedung

Perbedaan utama sistem HVAC dengan sistem pengontrol udara pada umumnya adalah sistem HVAC merupakan sistem pengatur udara yang terintegrasi untuk mengontrol suhu, kelembaban, dan kualitas udara. Berbeda dari pengontrol udara pada umumnya yang hanya berfungsi tunggal sebagai pengontrol udara (AC) atau pengatur sirkulasi udara (ventilasi). Untuk gedung komersial seperti perkantoran, mall, hotel, restoran, rumah sakit, dan bank, sistem HVAC dinilai lebih efisien karena:

  • Manajemen Terpusat

Sistem HVAC modern diintegrasikan dengan BMS (Building Management System) yang menyediakan kontrol terpusat sehingga memudahkan pemantauan penggunaan HVAC. BMS memungkinkan operasional HVAC lebih efisien karena bisa mengontrol tata kelola udara dalam gedung secara otomatis. Misalnya ketika ruangan kosong, maka HVAC bisa menyesuaikan suhu sehingga lebih menghemat energi. Integrasi antara sistem HVAC dan BMS ini juga bisa mendeteksi kualitas udara yang ada di dalam gedung. Jika kualitas udara terdeteksi buruk, maka tingkat ventilasi otomatis meningkat. Selain efisien dalam hal waktu, sistem ini juga memudahkan operator dalam bekerja.

  • Sistem Zonasi

Penerapan zonasi pada sistem HVAC adalah membagi ruangan ke dalam beberapa zona yang dilengkapi thermostat yang merupakan alat pendeteksi suhu otomatis. Pengaturan suhu bisa berbeda-beda pada setiap zona sesuai dengan kebutuhan pengguna ruangan. 

  • Menggunakan Teknologi Pemulihan Energi (Energy Recovery)

Pada HVAC terdapat sistem ventilasi ERV (Energy Recovery Ventilation) yang memulihkan energi panas dan/atau kelembapan dari udara buangan untuk memanaskan atau mendinginkan udara segar yang masuk, sehingga mengurangi beban kerja sistem HVAC, menghemat energi, meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, dan menjaga kenyamanan tanpa kehilangan efisiensi. 

Bagaimana Cara Merawat Sistem HVAC agar Tetap Optimal?

hvac engineer

Untuk menjaga sistem HVAC tetap optimal, perlu dilakukan pemeliharaan dan perawatan rutin, seperti:

  • Mengganti filter udara

Penggantian filter udara umumnya dilakukan 1-3 bulan sekali. Namun, kondisi ini bisa lebih sering jika kualitas udara di sekitar gedung buruk dan mengandung banyak polusi dan bisa lebih jarang jika lingkungan bersih. Penggantian filter udara berfungsi untuk menjaga kualitas udara yang masuk ke dalam gedung agar tetap bersih. Kualitas udara yang bersih akan membuat pengguna gedung lebih nyaman, terhindar dari berbagai penyakit pernafasan dan alergi, serta meningkatkan efisiensi mesin agar tidak bekerja terlalu keras. 

  • Membersihkan unit luar

Pastikan tidak ada kotoran yang berada di sekitar unit yang menghambat kinerja sistem. Bersihkan kumparan (coil) dan bilah kipas dari debu dan kotoran agar pendinginan/pemanasan dapat optimal.

  • Memastikan drainase berfungsi dengan baik

Drainase adalah sistem untuk membuang air kondensasi dari proses pendinginan AC di dalam unit ke luar ruangan. Apabila drainase tidak berfungsi, maka akan terjadi kebocoran pada unit AC yang bisa menyebabkan kerusakan pada dinding atau plafon atau masalah kesehatan yang disebabkan karena udara yang terlalu lembab dan berjamur. 

  • Memastikan saluran udara (ductwork) selalu bersih

Ductwork adalah saluran udara yang mendistribusikan udara dingin/panas dari dalam unit pengolah udara ke seluruh ruangan dan membawa udara dari ruangan ke unit pengolah udara untuk diproses ulang. Jika terjadi kerusakan pada ductwork, maka dapat menyebabkan efisiensi sistem HVAC menjadi berkurang. Misal udara dalam ruangan menjadi tidak dingin/panas dan kualitas udara juga menjadi buruk.  

  • Menggunakan teknisi profesional untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan HVAC 

Sistem HVAC terdiri dari beberapa elemen yang cukup kompleks dan sistem ini sangat mempengaruhi kenyamanan pengguna gedung. Lebih dari itu, jika sistem ini rusak bahkan bisa mempengaruhi keamanan penggunanya terutama dalam hal kesehatan. Oleh karena itu, pemeliharaan dan perawatannya harus dilakukan oleh tenaga ahli yang kompeten di bidangnya.

Anda tidak perlu khawatir dengan hal ini karena sudah banyak penyedia jasa pemeliharaan dan perawatan fasilitas gedung yang siap membantu Anda. Namun, pastikan untuk memilih penyedia jasa yang profesional agar investasi Anda sepadan dengan hasil yang Anda dapatkan. Pelajari artikel Jasa Pemeliharaan Fasilitas Gedung di Indonesia untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait topik pemeliharan dan perawatan fasilitas gedung. 

Leave a Comment