Kesalahan Umum dalam Pemeliharaan Fasilitas Gedung

pengecekan sistem elektrikal oleh teknisi

Kesalahan dalam pemeliharaan fasilitas gedung kerap kali terjadi karena pengelola tidak menyadari dan memahami pentingnya pemeliharaan dan perawatan fasilitas gedung. Pada artikel sebelumnya kita telah membahas beberapa risiko yang bisa terjadi bila pemeliharaan fasilitas gedung diabaikan, seperti risiko keselamatan dan ketidaknyamanan bagi pengguna gedung, gangguan operasional, atau biaya perbaikan yang jauh lebih mahal. Dan semua ini bisa berdampak menurunkan citra baik perusahaan. 

Pada artikel ini, kita akan lebih fokus membahas tentang kesalahan umum yang sering terjadi dalam pemeliharaan gedung. Karena masih banyak pemilik atau pengelola yang sudah melakukan pemeliharaan dan perawatan gedung namun belum mengacu pada standar yang sesuai. 

Kesalahan Umum dalam Pemeliharaan Gedung

pemeliharaan dan perawatan komponen gedung

Berikut beberapa kesalahan yang umum terjadi yang dilakukan pemilik/pengelola gedung dalam melakukan pemeliharaan dan perawatan gedungnya:

  • Lebih fokus pada perbaikan dibandingkan pemeliharaan rutin

Pengelola gedung terkadang merasa kondisi gedung baik-baik saja karena tidak ada kendala operasional yang muncul sehingga mengabaikan pemeliharaan rutin. Pengelola gedung baru akan melakukan perbaikan ketika ada kendala atau permasalahan. Hal ini adalah kesalahan fatal karena jika dihitung kembali biaya perbaikan komponen yang rusak justru lebih mahal dibandingkan pemeliharaan dan perawatan rutin sesuai prosedur yang telah ditetapkan 

  • Kurangnya perencanaan dan anggaran

Dalam operasional gedung, pemeliharaan dan perawatan rutin adalah hal yang harus masuk dalam perencanaan dan memiliki alokasi dana khusus. Keterbatasan dana kadang menjadi kendala perusahaan tidak mengalokasikan budget untuk pemeliharaan dan perawatan fasilitas secara rutin. 

  • Kurangnya tenaga ahli yang kompeten

Pemeliharaan dan perawatan gedung membutuhkan orang yang memiliki keahlian di bidangnya. Bahkan untuk bidang tertentu, para teknisi memerlukan sertifikasi dan pelatihan khusus agar bisa memperbaiki mesin atau peralatan dengan tepat. Tenaga ahli yang kurang kompeten justru akan berdampak buruk pada kesalahan perbaikan yang bisa menyebabkan kerugian lebih besar. 

  • Kurang patuh pada peraturan

Tanpa disadari, kerap kali para teknisi bekerja tanpa memperhatikan SOP yang sudah ditetapkan. Padahal SOP dibuat untuk menjaga keselamatan para pekerja, misal harus menggunakan perlengkapan khusus saat bekerja, atau kapan saat yang tepat untuk menangani permasalahan yang muncul. SOP yang telah dibuat harus dipenuhi untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. 

  • Tidak memanfaatkan teknologi

Teknologi saat ini sudah semakin berkembang. Terutama teknologi yang membantu para teknisi untuk bekerja. Bekerja secara manual terkadang membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak dan menyebabkan pekerjaan menjadi tidak efisien. Oleh karena itu, skill upgrade untuk para teknisi harus dilakukan untuk mengikuti perkembangan teknologi yang sangat pesat. 

  • Tidak adanya jadwal pemeriksaan rutin

Setiap komponen gedung memiliki jadwal pemeliharaan dan perawatan yang berbeda-beda. Teknisi yang bekerja harus mengetahui kapan suatu komponen harus dilakukan pemeliharaan. Jadwal ini harus disusun sedemikian rupa agar pemeliharaan tidak terabaikan dan komponen gedung dapat bekerja optimal sesuai usia pakainya.

Cara Menghindari Kesalahan dalam Pemeliharaan Gedung

pemeliharaan sistem elektrikal gedung

Berikut adalah cara mencegah terjadinya kesalahan saat melakukan pemeliharaan dan perawatan gedung:

  • Inventarisasi komponen dan fasilitas bangunan gedung yang dimiliki

Lakukan pencatatan dan pengklasifikasian aset yang dimiliki perusahaan, termasuk berbagai fasilitas dan komponen yang ada pada gedung. Tujuannya adalah untuk mempermudah pengawasan dan pemeliharaan aset yang dimiliki sehingga lebih mudah untuk melakukan evaluasi. 

  • Evaluasi aset gedung yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan

Jika sudah memiliki daftar inventaris gedung, perusahaan harus mengevaluasi mana saja fasilitas yang memang dibutuhkan dan mana yang belum optimal fungsinya. Selain itu, jika perusahaan masih memiliki keterbatasan dana untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan rutin, sebaiknya perusahaan meminimalisir menambah fasilitas yang bisa menjadi beban keuangan bagi perusahaan dan menghindari risiko lebih besar di masa depan. 

  • Penugasan teknisi lapangan

Perawatan beberapa komponen gedung harus dilakukan oleh teknisi yang ahli di bidangnya. Jika Anda tidak memiliki teknisi internal yang ahli di bidang tertentu, Anda bisa memanggil teknisi lapangan yang khusus menangani suatu bidang sehingga permasalahan yang muncul bisa ditangani oleh orang yang tepat dan relevan dengan permasalahannya. 

Anda juga bisa mencegah terjadinya kerusakan komponen gedung dengan memahami kapan harus dilakukan pemeliharaan dan perawatan komponen tertentu. Masing-masing komponen memiliki usia pakai yang berbeda. Oleh karena itu, sebagai pemilik/pengelola gedung Anda harus memahami jadwal-jadwal pemeliharaan dan perawatan komponen gedung. Anda bisa membaca artikel Kapan Pemeriksaan Fasilitas Gedung Harus Dilakukan? sebagai referensi tambahan.

Leave a Comment