Jenis-jenis Fire Suppression System yang Cocok untuk Bangunan Anda

Fire suppression system merupakan sistem terintegrasi yang berfungsi untuk menjaga keamanan bangunan dari bahaya kebakaran yang mengancam. Berbeda dari pemadam kebakaran yang konvensional dan perlu tenaga manusia untuk mengaktifkannya, fire suppression system bekerja secara otomatis ketika terdapat api atau panas yang terdeteksi lebih dari limit. 

Dan seperti yang telah kita bahas sebelumnya, agen pemadam kebakaran pun juga harus disesuaikan dengan potensi sumber kebakaran yang bisa terjadi dalam bangunan tersebut. Oleh karena itu, pada artikel ini kita akan membahas jenis-jenis fire suppression system secara lebih lanjut. 

Jenis-jenis Fire Suppression System

fire suppression system

Sistem Sprinkler Otomatis

Sistem sprinkler adalah sistem yang terdiri dari pipa-pipa yang dipasang pada langit-langit bangunan yang berisi agen yang bertekanan. Sistem ini pun memiliki beberapa varian, yaitu:

  • Wet Pipe System, pipa yang berisi air bertekanan. Jenis ini paling banyak dan umum digunakan pada gedung perkantoran maupun kawasan perumahan
  • Dry Pipe System, pipa yang berisi udara bertekanan, cocok untuk area yang berisiko membeku seperti gudang tanpa pemanas.
  • Pre-Action System, sistem yang mengkombinasikan deteksi asap dengan pelepasan air, dirancang khusus untuk ruang bernilai tinggi seperti ruang server atau perpustakaan, guna mencegah kerusakan akibat air yang tidak perlu.
  • Deluge System, sistem dimana seluruh sprinkler head terbuka secara serentak, digunakan pada area berisiko tinggi seperti fasilitas industri atau gudang bahan mudah terbakar.

Sistem Pemadam Berbasis Gas

Tidak semua jenis kebakaran dapat dipadamkan dengan air, misal kebakaran yang disebabkan oleh aliran listrik atau kebakaran yang terjadi di ruang data center, ruang arsip, maupun ruang panel listrik. Sistem pemadam berbasis gas bisa juga menjadi solusi karena tidak meninggalkan residu dan bahkan ada di antaranya yang ramah bagi lingkungan. Berikut adalah gas yang biasa digunakan:

  • FM-200 (HFC-227ea), gas yang dapat digunakan untuk memadamkan api tanpa meninggalkan residu, aman untuk peralatan elektronik dan juga lebih aman untuk manusia
  • CO2 System, gas yang sangat efektif untuk memadamkan api, namun berbahaya bagi manusia apalagi jika terhirup terlalu banyak sehingga memerlukan prosedur evakuasi sebelum aktivasi.
  • Novec 1230, sama seperti FM-200, Novec 1230 juga tidak meninggalkan residu, namun gas ini menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan relatif aman meski area masih berpenghuni.

Sistem Foam (Busa)

Digunakan pada area berisiko kebakaran cairan mudah terbakar seperti ruang genset, tangki bahan bakar, atau area penyimpanan pelarut kimia. Berbeda dengan air yang bekerja dengan menurunkan suhu dan mengubah api menjadi uap, busa bekerja dengan menutup permukaan cairan sehingga memutus suplai oksigen ke api.

Kitchen Hood Suppression System

Khusus dirancang untuk dapur komersial di restoran, hotel, atau kantin gedung. Sistem berbasis wet chemical ini secara otomatis memadamkan api yang berasal dari minyak panas atau peralatan masak.

Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Meski sederhana, APAR tetap menjadi lini pertahanan pertama yang harus tersedia di setiap sudut gedung, dengan klasifikasi disesuaikan jenis risiko: Kelas A (bahan padat), B (cairan), C (listrik), D (logam), dan K (minyak dapur).

Sistem Pendukung Lain 

pemeriksaan fire suppression system

Selain sistem utama yang telah dijelaskan di atas, terdapat sistem pendukung yang tidak kalah penting untuk dipasang, seperti:

  • Sistem Deteksi dan Alarm , teridiri dari smoke detector, heat detector, dan flame detector yang terintegrasi dengan Fire Alarm Control Panel (FACP) adalah kunci sistem menjadi aktif bekerja secara otomatis ketika terdeteksi ada bahaya kebakaran yang mengancam. 
  • Fire Pump, pada dasarnya fire pump berfungsi untuk meningkatkan tekanan dan debit air pada hydrant dan sprinkler. Fire pump terdiri dari jockey pump, electric pump, dan diesel pump sebagai cadangan bila listrik padam saat kebakaran terjadi sehingga tekanan air untuk pemadaman tetap bisa terjaga.
  • Ground Tank dan Reservoir, berfungsi menyimpan cadangan air pemadam dengan kapasitas yang dihitung berdasarkan luas dan risiko bangunan.
  • Hydrant Box dan Siamese Connection — memungkinkan mobil pemadam kebakaran menyuplai air tambahan langsung ke sistem gedung.
  • Proteksi Pasif — dinding tahan api, pintu tahan api, fire damper pada saluran AC, dan firestop pada celah kabel yang berfungsi memperlambat penjalaran api antar kompartemen.

Menentukan Sistem yang Tepat untuk Setiap Area

fire suppression system

Tidak semua area gedung membutuhkan jenis proteksi yang sama. Ruang server memerlukan gas suppression agar peralatan elektronik tidak rusak akibat air, sementara area parkir basement lebih cocok menggunakan sprinkler yang dipadukan dengan sistem ventilasi asap. Dapur komersial membutuhkan kitchen hood suppression, sedangkan gudang penyimpanan barang mudah terbakar memerlukan sistem deluge atau ESFR sprinkler berkapasitas besar.

Kesalahan dalam memilih jenis sistem justru dapat menimbulkan kerugian tambahan yang seharusnya bisa dihindari. Pada akhirnya, sistem terbaik adalah sistem yang bekerja tepat pada detik yang paling menentukan. 

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sistem pemadam berbasi gas baca juga artikel FM-200 vs. Novec 1230: Mana Agen yang Lebih Tepat untuk Ruang Server Anda?

Leave a Comment