APAR adalah alat yang difungsikan pada saat kondisi darurat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara menggunakan APAR yang tepat sehingga pada saat kondisi darurat terjadi kita bisa menggunakannya sebagai alat pertahanan diri. Cara menggunakan APAR cukup sederhana dan tidak perlu keahlian khusus. Bahkan, untuk gedung biasanya dilengkapi dengan APAR portabel yang berukuran kecil (sekitar 1-9 kilogram) sehingga sangat memungkinkan untuk digunakan oleh satu orang. Namun, pengetahuan awal terkait metodenya harus diketahui dan menjadi bekal wajib bagi siapapun. Pada artikel ini kita akan membahas lebih detail terkait langkah-langkah menggunakan APAR yang benar.
Mengapa APAR Penting?
APAR umumnya dipasang pada gedung dan alat transportasi, namun ada baiknya jika bangunan rumah memiliki alat ini sebagai bagian dari alat proteksi dari kebakaran juga. Berikut beberapa alasan penting mengapa APAR wajib dipasang:
Bisa memadamkan api kecil yang berpotensi menyebabkan kebakaran
Pada dasarnya kebakaran berawal dari api kecil yang menyebar dan akhirnya menyebabkan api membesar. Jika titik api bisa terdeteksi sejak awal maka APAR bisa menjadi solusi instan untuk memadamkan api tersebut. Tentunya penggunaan APAR harus disesuaikan pula dengan kelas kebakarannya. Misal titik api yang disebabkan oleh korsleting listrik (kebakaran kelas C) tidak boleh dipadamkan menggunakan APAR dengan media cair maupun busa karena mengandung air. Atau misal kebakaran terjadi pada ruang server, laboratorium, atau museum sebaiknya dipadamkan menggunakan APAR dengan media clean agent. Jika api kecil tersebut bisa teratasi dengan baik karena fungsi APAR yang optimal, maka kebakaran besar bisa segera dicegah.
Sebagai bentuk kepatuhan pada standar keamanan bangunan
Bangunan yang aman adalah bangunan yang memiliki sistem pengelolaan bangunan yang baik sehingga setiap risiko yang muncul bisa dideteksi sejak awal. Pemasangan APAR pada bangunan pun secara spesifik diatur dalam Permenaker No. 4 Tahun 1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan. APAR yang dipasang pada gedung harus mudah terlihat, mudah dicapai, dan mudah diambil.
Mencegah kerugian
Jika sampai kebakaran terjadi, Anda bisa membayangkan kerugian yang dialami. Belum risiko kehilangan nyawa yang bisa terjadi pula. Oleh karena itu, sekecil apapun tindakan pencegahan yang bisa dilakukan harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin agar kerugian fisik maupun non fisik dapat dicegah.
Penggunaan APAR dengan Metode “PASS”
Sumber: Koorsen Fire & Security
Sejak awal APAR memang didesain sebagai alat untuk memadamkan api kecil, bukan api yang sudah meluas sampai terjadi kebakaran. Oleh karena itu, APAR juga didesain untuk mudah digunakan oleh satu orang bahkan tanpa pelatihan apapun sebelumnya karena pada dasarnya APAR ini untuk melindungi para pengguna gedung.
Media APAR ada berbagai macam, yaitu gas, cair, busa, dan bubuk. Masing-masing memiliki perbedaan sedikit pada saat pengaplikasiannya. Namun, ada metode dasar yang wajib kita ketahui bersama untuk menggunakan APAR. Metode tersebut biasa disebut dengan metode PASS.
P = Pull (Tarik Pin Pengaman). Pegang alat pemadam api, jauhkan dari tubuh Anda, dan lepaskan pin penguncinya.
A = Aim (Arahkan Nozzle). Arahkan alat pemadam api ke dasar api (selalu arahkan ke dasar api dan bukan ke nyala api atau asap karena ini tidak akan memadamkan api).
S = Squeeze (Tekan Tuas). Tekan tuas secara perlahan sambil mengarahkannya ke dasar api.
S = Sweep (Sapu Area Api). Gerakkan alat pemadam api ke samping sambil menekan tuas hingga api padam.
Namun perlu diingat bahwa alat pemadam api memiliki keterbatasan. Jika api membesar, maka APAR tidak lagi efektif. Segera selamatkan diri dan minta pertolongan pada petugas pemadam kebakaran.
Pemeliharaan APAR
Sebelumnya telah disebutkan bahwa pemeliharaan APAR harus dilakukan minimal 2 kali dalam setahun. Jika ditemukan cacat pada saat pemeriksaan, maka harus segera diperbaiki atau diganti dengan tabung yang baru. Pemeriksaan akan meliputi:
- Berisi atau tidaknya tabung
- Rusak atau tidaknya pengaman cartridge
- Handel dan label dalam keadaan baik
- Memastikan mulut pancar tidak tersumbat
- Memastikan pipa pancar tidak rusak
Selain itu, meskipun tidak digunakan, APAR tetap harus diisi ulang dengan ketentuan sebagai berikut:
- Untuk asam soda, busa, bahan kimia, harus diisi setahun sekali
- Untuk jenis cairan busa yang dicampur lebih dahulu harus diisi 2 (dua) tahun sekali
- Untuk jenis tabung gas hydrocarbon ber-halogen, tabung harus diisi 3 (tiga) tahun sekali,
- Untuk jenis Iainnya diisi selambat-lambatnya 5 (lima) tahun
Itu dia penjelasan mengenai cara menggunakan APAR yang tepat. Dengan mengikuti metode yang telah disebutkan, diharapkan proses pemadaman api kecil dapat dilakukan dengan efektif sehingga tidak sampai menimbulkan kebakaran besar. Anda juga bisa membaca artikel Layanan Isi Ulang APAR untuk Perlindungan Optimal untuk informasi detail terkait penyedia jasa jual dan isi ulang APAR.


