Kesalahan Fatal dalam Penggunaan APAR

ilustrasi APAR

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas cara menggunakan APAR dengan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep). Metode ini paling mudah untuk diingat untuk memahami penggunaan APAR yang tepat. Namun, ada kalanya kita melakukan kesalahan karena situasi yang membuat kita panik dan akhirnya berakibat fatal. Kesalahan penggunaan APAR pun termasuk ketika APAR tidak pernah dilakukan perawatan dan kesalahan dalam penentuan jenis APAR yang diletakkan pada sebuah tempat dengan risiko kebakaran dari bahan bakar yang bisa diprediksi sebelumnya. 

Beberapa Kesalahan dalam Penggunaan APAR

ilustrasi orang sedang menyemprot APAR ke api

Sumber: Chat GPT

Berikut adalah beberapa kesalahan yang bisa terjadi dalam penggunaan APAR:

  • Tidak Membaca Instruksi

Setiap APAR pasti memiliki label instruksi untuk menunjukkan cara pemakaian alat tersebut. Namun, ketika situasi darurat kerap kali kita merasa panik dan menggunakan APAR dengan sembarangan. Kesalahan ini menyebabkan penggunaan APAR menjadi tidak optimal dan sumber api menjadi lebih lama untuk dipadamkan. 

  • Arah Semprot Salah

Pada saat awal terjadi kebakaran, APAR menjadi alat yang bisa membantu memadamkan api sehingga tidak terjadi kebakaran yang lebih besar. Arah semprot yang paling tepat adalah ketika selang diarahkan pada pangkal atau sumber api dan bukan pada lidah api. Selain itu, gerakan yang paling tepat adalah gerakan menyapu (sweeping), bukan fokus di satu titik saja. 

  • Posisi Terlalu Dekat atau Terlalu Jauh dari Api

Posisi yang paling ideal untuk menggunakan APAR adalah 3-5 meter dari titik api. Bila terlalu dekat akan berbahaya bagi tubuh dan api menjadi terdorong lebih maju pada saat media APAR disemprotkan dengan tekanan yang tinggi. Namun, ketika posisi terlalu jauh, media yang disemprotkan tidak akan mengenai dasar api yang ditargetkan. 

  • Tidak Menarik Pin Pengaman

Pin pengaman dipasang pada tabung APAR untuk melindungi APAR dari tekanan yang tidak disengaja. Sebelum digunakan, pin pengaman tersebut harus ditarik terlebih dahulu. Ketidaktahuan mengenai langkah-langkah dalam penggunaan APAR ini akan berakibat pada terlambatnya api untuk dipadamkan. 

  • Tidak Melakukan Pemeliharaan secara Berkala

Digunakan atau tidak, perawatan dan pemeliharaan APAR harus tetap dilakukan secara rutin. Bahkan, untuk media APAR tertentu tetap harus dilakukan isi ulang setiap 2 tahun sekali meskipun tidak digunakan. Hal ini untuk memastikan bahwa APAR selalu dalam kondisi optimal untuk digunakan. 

  • Tidak Mengerti Jenis Media yang Tepat untuk Digunakan

Kebakaran dibagi menjadi beberapa kelas tergantung pada sumber bahan bakarnya. Masing-masing kelas kebakaran pun memiliki penanganan yang berbeda-beda. Misalnya untuk kebakaran yang disebabkan karena aliran listrik sebaiknya tidak dipadamkan dengan APAR yang ber-media cairan maupun busa karena air merupakan konduktor listrik. Jika menggunakan media yang mengandung air bisa menimbulkan risiko sengatan listrik yang tinggi. Media yang lebih tepat digunakan untuk kebakaran karena aliran listrik adalah serbuk atau powder. Hal-hal semacam ini harus dipahami sehingga pemilihan media untuk APAR yang dipasang di sekitar ruangan tepat sesuai dengan potensi kelas kebakaran yang bisa saja terjadi. 

Perlunya Pelatihan Menggunakan APAR 

APAR di ruang publik

Sumber: Chat GPT

Kesalahan dalam menggunakan APAR seharusnya bisa diminimalisir jika pengguna APAR mengerti cara menggunakannya. APAR memang dirancang untuk mudah digunakan, namun tanpa pengetahuan sama sekali hal ini bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. 

Penting bagi sebuah perusahaan untuk tidak hanya menyediakan APAR di dalam bangunan, namun juga memfasilitasi pelatihan singkat agar para pengguna gedung memahami cara menggunakan APAR yang benar. 

  • Pemahaman pada Metode PASS

Metode PASS adalah metode umum yang digunakan dalam menggunakan APAR. Pemahaman pada metode PASS akan membuat kita mengetahui langkah-langkah yang tepat dimulai dengan menarik pin pengaman, mengarahkan pada dasar api, menekan tuas, dan  menggunakan teknik menyapu ke samping.  

  • Pengetahuan pada Jenis-jenis APAR

Pemahaman singkat mengenai jenis-jenis APAR juga akan sangat membantu pada saat proses evakuasi. Ada baiknya pada saat proses pemasangan, teknisi yang memasang memahami potensi kebakaran yang bisa saja terjadi sehingga penyediaan APAR juga tepat sesuai pada risikonya. 

Setelah membaca artikel ini, Anda sekarang memahami kesalahan apa yang biasanya muncul dalam penggunaan APAR. Diharapkan setelah ini Anda bisa mempersiapkan dengan lebih baik seluruh fasilitas APAR di gedung Anda dan memberikan pemahaman pada para pengguna gedung terkait penggunaan APAR. Baca juga artikel tentang alasan mengapa ruang publik harus tersedia APAR pada artikel Alasan Ruang Publik Wajib Sedia APAR

Leave a Comment