Skill yang Harus Dimiliki Teknisi Pemeliharaan dan Perawatan Gedung

teknisi sedang melakukan pemeliharaan hvac

Dalam hal pemeliharaan dan perawatan gedung, seorang teknisi yang bekerja harus memiliki berbagai keterampilan yang merupakan kombinasi soft skill (non-teknis) dan hard skill (teknis). Pada artikel ini akan dibahas mengenai kedua skill tersebut agar Anda sebagai pemilik atau pengelola gedung dapat memiliki standar dan kriteria yang jelas terkait teknisi yang akan dipilih. 

Soft Skill

teknisi lapangan sedang berdiskusi

Soft skill berkaitan dengan kemampuan non-teknis. Kemampuan ini lebih fokus pada atribut pribadi yang memungkinkan seseorang sukses dalam pekerjaannya termasuk cara menjalin hubungan dengan orang-orang yang terlibat bersama dalam suatu proyek. Soft skill yang dibutuhkan oleh seorang teknisi pemeliharaan dan perawatan gedung adalah:

  • Kemampuan untuk berkomunikasi

Keandalan dalam menjalin komunikasi sangat dibutuhkan oleh seorang teknisi. Teknisi biasanya bekerja dalam sebuah tim yang terdiri dari beberapa teknisi lain, supervisor, dan manager. Selain itu, komunikasi juga dibutuhkan dengan klien agar bisa menjelaskan masalah teknis yang terjadi dengan penjelasan yang lebih sederhana, berdiskusi terkait keluhan yang dirasakan, menyampaikan laporan kepada atasan, atau sekedar menjalin hubungan baik dengan kolega kerja. 

  • Kemampuan untuk beradaptasi

Seorang teknisi lapangan akan sering berhadapan dengan situasi dan lingkungan yang baru sehingga sangat dibutuhkan sifat adaptif pada diri seorang teknisi. Selain itu, kemampuan beradaptasi juga erat kaitannya dengan mengikuti perkembangan teknologi, informasi, dan pengetahuan yang semakin canggih agar pemecahan masalah teknis dapat lebih cepat dan efisien. 

  • Kemampuan untuk memecahkan masalah (problem solving)

Setiap hari seorang teknisi bertemu dengan masalah yang berbeda. Kemampuan menemukan solusi yang relevan untuk permasalahan yang dihadapi adalah keterampilan yang wajib dimiliki. Kemampuan ini juga erat kaitannya dengan pengalaman kerja dan seberapa sering seorang teknisi menangani proyek. Semakin tinggi jam terbang, maka kemampuan problem solving juga akan meningkat.

Hard Skill

pengecekan sistem elektrikal oleh teknisi

Hard skill berkaitan dengan kemampuan teknis yang mencakup pemahaman dan keterampilan mendalam tentang suatu bidang secara spesifik. Hard skill bisa diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan, sertifikasi, maupun pengalaman kerja itu sendiri. Kemampuan teknis yang harus dimiliki seorang teknisi pemeliharaan dan perawatan gedung adalah:

  • Penguasaan sistem MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing), bangunan dan struktur, dan keamanan gedung

Umumnya seorang teknisi harus memahami secara mendasar setiap sistem yang bekerja dalam sebuah gedung. Namun, tidak perlu harus memiliki kemampuan mendalam pada semua bidang. Seorang teknisi cukup mendalami satu bidang untuk menjadi seorang spesialis. Hal ini mengingat bahwa sistem yang berlaku dalam sebuah gedung sangat kompleks dan perlu penanganan orang yang ahli di bidangnya. Bahkan beberapa sistem harus ditangani oleh seorang teknisi yang sudah memiliki sertifikat di bidang tersebut untuk menghindari risiko keselamatan jika ditangani oleh orang yang tidak memiliki pengalaman. 

  • Penggunaan alat dan peralatan kerja

Ada banyak peralatan yang harus disiapkan untuk melakukan pemeliharaan maupun perbaikan komponen gedung. Pemahaman tentang cara mengoperasikan peralatan tersebut menjadi kemampuan yang sangat penting bagi seorang teknisi ketika melakukan pekerjaannya. Alat yang dipilih harus digunakan secara aman dan tepat sesuai prosedur kerja. 

  • Membuat pencatatan dan laporan teknis

Dalam melakukan pemeliharaan rutin, seorang teknisi perlu melakukan pengecekan sekaligus pencatatan pada suatu dokumen sehingga menjadi laporan teknis. Laporan ini berfungsi sebagai dokumentasi, komunikasi, dan evaluasi kegiatan teknis yang dilakukan di lapangan. Contoh laporan yang harus diisi adalah logbook pemeliharaan, laporan kerusakan, laporan penggunaan material dan suku cadang, dll. 

  • Membaca gambar dan dokumen teknis

Selain harus memiliki keahlian untuk melakukan pencatatan, seorang teknisi harus bisa membaca laporan tersebut. Laporan ini tidak hanya berbentuk tulisan, namun juga akan disertai gambar teknik. Kemampuan untuk membaca, memahami, dan menerjemahkan gambar dan dokumen teknis adalah kemampuan mutlak yang harus dimiliki seorang teknisi. 

  • Memahami prosedur K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

Seorang teknisi harus memahami prosedur keselamatan dan kesehatan kerja selama melakukan pekerjaannya. Hal ini tidak bisa diabaikan karena menyangkut keselamatan diri dan seluruh tim yang bekerja. Beberapa prosedur K3 yang harus diterapkan adalah penggunaan APD (Alat Pelindung Diri), penerapan LOTO (Lock Out Tag Out), dan kepatuhan pada SOP yang telah ditetapkan sebelumnya. 

Keterampilan seorang teknisi harus selalu dilatih dan dikembangkan agar tetap bisa mengikuti berbagai perkembangan teknologi yang diterapkan untuk sistem pada komponen gedung. Memiliki seorang teknisi internal memang penting, namun terkadang kemampuan mereka terbatas pada permasalahan administratif. Anda bisa merekrut seorang teknisi lapangan untuk membantu pekerjaan teknis di gedung Anda. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang teknisi lapangan dan apa saja perannya, Anda bisa baca artikel On Site Technician: Solusi Perawatan Gedung yang Efektif

Leave a Comment