Kapan Repair Lebih Efektif Dibanding Penggantian Komponen Gedung?

teknisi lapangan

Solusi dari komponen gedung yang rusak tidak selalu harus menggantinya dengan komponen yang baru. Dalam hal pemeliharaan dan perawatan gedung, pemilik/pengelola gedung bisa melakukan repair. Repair adalah perbaikan komponen gedung yang rusak agar dapat berfungsi lagi secara optimal tanpa mengganti keseluruhan aspek. Tindakan ini bisa dilakukan ketika kerusakan yang terjadi bersifat minor dan masih memungkinkan untuk berfungsi kembali seperti semula setelah dilakukan perbaikan. 

Kapan Repair Harus Dilakukan?

ilustrasi sistem elektrikal gedung

Repair harus dilakukan sesegera mungkin setelah mengetahui bahwa ada komponen gedung yang tidak berfungsi seperti biasanya. Misal ada keluhan bahwa AC tidak menyala, pipa bocor, ada aroma tidak sedap, listrik mati, dll. Perbaikan harus segera dilakukan agar kerusakan tidak semakin melebar dan menyebabkan kerugian yang lebih besar. Oleh karena itu, teknisi lapangan sangat dibutuhkan untuk menangani permasalahan ini, yang mana membutuhkan penanganan dari tenaga ahli yang kompeten dan bisa bergerak cepat.

Apa Dampak Buruk jika Terlambat Melakukan Repair?

teknisi lapangan

Berikut adalah kerugian yang bisa dialami perusahaan ketika proses perbaikan diabaikan:

  • Kerusakan semakin besar dan melebar

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas terkait kapan saja pemeriksaan fasilitas gedung harus dilakukan. Namun, meskipun sudah dilakukan pemeliharaan dan perawatan rutin, kerusakan tetap bisa terjadi karena kesalahan pemakaian yang tidak terprediksi. Jika hal itu terjadi, maka harus segera dilakukan perbaikan secara cepat untuk menemukan titik permasalahan. Semakin perusahaan menunda perbaikan, maka kerusakan akan semakin besar. Hal ini tidak hanya merugikan, namun bisa juga membahayakan para pengguna gedung. 

  • Terjadinya downtime

Downtime adalah periode waktu ketika sistem di dalam gedung tidak berfungsi sehingga menyebabkan pekerjaan menjadi tertunda. Downtime yang terlalu lama akan sangat merugikan perusahaan karena produktivitas perusahaan menjadi terganggu. Dampak downtime misalnya para pelanggan maupun karyawan tidak bisa mengakses sistem perusahaan, tidak dapat melakukan penjualan karena kehilangan kesempatan transaksi, atau biaya tenaga kerja menjadi meningkat karena mereka harus lembur untuk mengganti pekerjaan mereka yang tertunda pada saat downtime terjadi. 

  • Harus mengganti dengan komponen baru

Mengganti dengan komponen baru artinya harus membeli, memasang, dan melakukan instalasi ulang. Dapat dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan bila hal ini terjadi. Penggantian komponen baru secara keseluruhan sebaiknya menjadi opsi terakhir untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada komponen gedung.

Repair VS Penggantian: Mana yang Lebih Efektif?

Kita telah membahas apa itu repair, kapan harus dilakukan, dan apa dampak buruknya jika diabaikan. Namun, pemilik/pengelola gedung tetap harus menilai dengan tepat apakah solusi dari permasalahan yang ada cukup diselesaikan dengan melakukan perbaikan atau memang harus mengganti komponen secara keseluruhan. Anda bisa melakukan repair jika:

  • Kerusakan minor

Kerusakan minor artinya terdapat masalah ringan yang terjadi pada komponen gedung namun tidak sampai pada skala membahayakan pengguna gedung. Misal AC kurang dingin, keran air bocor, saklar longgar atau kendor, dll. Walaupun terlihat sepele, hal ini tetap menjadi indikator bahwa komponen-komponen tersebut perlu diperbaiki. Jika kerusakan yang terjadi seperti yang disebutkan di atas, maka proses perbaikan dianggap lebih efektif dan terjangkau secara biaya dibandingkan harus mengganti komponen secara keseluruhan. 

  • Usia komponen gedung masih di bawah usia pakai

Usia pakai menunjukkan seberapa lama suatu komponen layak untuk digunakan. Masing-masing komponen memiliki usia pakai yang berbeda. Jika komponen masih dalam usia pakai dan ternyata sempat terjadi kerusakan ringan, maka perbaikan lebih diutamakan dibanding penggantian. 

  • Biaya repair masih lebih terjangkau secara signifikan

Meskipun perusahaan tidak mengharapkan adanya kerusakan pada komponen gedung, namun alokasi biaya untuk pemeliharaan dan perawatan komponen gedung tetap harus ditetapkan sejak awal. Jika biaya perbaikan komponen masih kurang dari 30-40% dibandingkan penggantian komponen baru, maka repair lebih disarankan untuk dilakukan. 

  • Sparepart masih tersedia dan mudah ditemukan

Seiring perkembangan waktu, peralatan maupun teknologi akan terus berkembang. Begitu juga dalam penerapannya pada komponen gedung. Jika komponen gedung sudah terlalu lama/kuno, maka bisa jadi suku cadang atau sparepart yang tersedia semakin langka. Jika hal ini terjadi, terpaksa memang harus dilakukan penggantian komponen, bahkan sebelum benar-benar terjadi kerusakan. Namun, jika suku cadang masih mudah ditemukan dan dalam jangka waktu yang cukup lama masih terus tersedia, maka perbaikan kerusakan lebih diutamakan. 

  • Komponen gedung dipastikan masih bisa berfungsi secara optimal setelah perbaikan

Sebelum memutuskan apakah sebaiknya dilakukan perbaikan atau harus mengganti dengan komponen yang baru, sebaiknya dilakukan perhitungan yang matang dan prediksi yang tepat tentang hasil akhirnya. Jika fungsi komponen dapat kembali secara normal dan tidak menimbulkan risiko membahayakan keselamatan pengguna gedung, maka perusahaan bisa memutuskan untuk melakukan repair. 

Tindakan perbaikan komponen gedung adalah bagian dari proses pemeliharaan dan perawatan gedung. Proses ini harus rutin dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh pengguna gedung. Jika Anda ingin mengetahui lebih detail kapan saja pemeriksaan harus dilakukan, baca artikel Kapan Pemeriksaan Fasilitas Gedung Harus Dilakukan?

Leave a Comment