Proses Isi Ulang APAR: Panduan Lengkap

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hanya dapat berfungsi secara optimal apabila memiliki isi media pemadam yang masih layak. Seringkali pihak penyedia lalai memeriksa tabung pemadam yang mengakibatkan turunnya tekanan dan membuat media di dalamnya menggumpal. APAR harus diisi ulang dalam rentang waktu tertentu untuk menjaga kualitasnya meskipun tidak digunakan dan merupakan bagian penting dari kesadaran kesiapsiagaan akan keadaan gawat darurat. Proses isi ulang APAR relatif sederhana, tetapi tetap perlu dilakukan oleh teknisi bersertifikat dan dengan prosedur yang tepat. Artikel ini membahas tahapan refill APAR serta tanda-tanda yang perlu diperhatikan.

Komponen Utama APAR

komponen utama apar

Penting untuk mengetahui komponen yang berada pada APAR sebelum melakukan isi ulang. Beberapa komponen penting yang harus diperhatikan adalah:

  1. Tabung, pastikan tabung APAR bebas dari karat, cekung, dan tanda kerusakan lainnya.
  2. Kepala APAR, lakukan pengecekan pada tuas dan mekanisme pelepasan media pemadam yang lain.
  3. Manometer, pengukur tekanan dalam tabung APAR.
  4. Selang dan nozzle, menyalurkan media pemadam ke sumber api dengan nozzle berperan sebagai pemberi arah dan pola semprotan. Pastikan selang dan nozzle tidak bocor atau tersumbat.
  5. Pin pengaman, pastikan pin pengaman terpasang untuk mencegah penggunaan secara tidak sengaja karena mudah terlepas.
  6. Media pemadam, pastikan telah mengetahui media pemadam sesuai isi tabung masing-masing.

Kapan Harus Melakukan Isi Ulang APAR?

  1. Setelah digunakan. APAR yang telah digunakan harus diisi ulang meskipun masih terdapat sisa media di dalamnya karena penggunaan APAR memengaruhi tekanan dan kapasitas pemadaman, sehingga tidak akan berfungsi secara optimal apabila tidak dilakukan pengisian ulang.
  2. Indikator pressure gauge tidak normal, berada pada di zona merah, atau jarum jam mengindikasikan kekosongan.
  3. Kebocoran media akibat kerusakan komponen.
  4. Segel pengaman rusak atau hilang.
  5. Terdapat karat, cekung, atau kebocoran pada bagian tabung dan selang.
  6. Berdasarkan hasil inspeksi. Apabila terdapat penurunan performa maupun kondisi media pemadam, perlu dilakukan isi ulang pada APAR.

Berdasarkan Permenakertrans No.PER.04/MEN/1980 Pasal 18, isi ulang APAR juga bergantung pada jenis medianya. APAR jenis serbuk kimia perlu isi ulang dalam waktu 1 tahun hingga 5 tahun sekali. APAR jenis busa dapat diisi ulang setiap 1 tahun sekali, apabila telah dicampur terlebih dahulu di luar tabung dapat diganti setiap 2 tahun sekali. Jenis APAR karbon dioksida harus diganti maksimal 5 tahun sekali, dan APAR jenis hydrocarbon berhalogen perlu isi ulang setiap 3 tahun sekali.

Langkah Isi Ulang APAR

APAR

  1. Pemeriksaan awal dan pendataan. Teknisi perlu mengetahui dan melakukan pencatatan, dimulai dari nomor tabung, jenis media, kapasitas, serta tanggal pengisian terakhir. Kondisi fisik tabung juga perlu diperhatikan, apakah ada korosi, retakan las, kondisi handle, selang, dan nozzle. Apabila terdapat kecatatan pada tabung tidak dianjurkan untuk melakukan pengisian ulang.
  2. Pengosongan tekanan dan isi tabung. Sisa tekanan pada tabung perlu untuk dikeluarkan secara terkendali melalui discharge, kemudian valve dilepas menggunakan kunci khusus. Media lama yang berada dalam tabung akan dikeluarkan dan ditampung. Pada APAR jenis serbuk kimia, terkadang media dapat digunakan kembali, apabila tidak lembab ataupun menggumpal.
  3. Pembersihan tabung. Bagian dalam tabung dibersihkan dari sisa serbuk dak kelembaban.
  4. Uji kekuatan tabung (hydrostatic test). Tes ini dilakukan 5 tahun sekali untuk memastikan dinding tabung masih mampu menahan tekanan kerja.
  5. Pengisian media pemadam. Media baru diisikan sesuai dengan kapasitas tabung.
  6. Pemberian tekanan. Tabung diisi gas pendorong untuk tipe stored pressure.
  7. Uji kebocoran dan finishing. Apabila hasil pengecekkan menunjukkan aman, maka tabung siap dikembalikan ke lokasi penempatan.

APAR

Alur isi ulang APAR tidak berhenti pada selesainya penggantian media pada tabung, tetapi ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu melakukan dokumentasi. Dokumentasi berupa tanggal isi ulang APAR. Informasi yang perlu dicantumkan dalam dokumentasi adalah nomor unit APAR, jenis dan kapasitas, tanggal isi ulang, hasil pemeriksaan, komponen yang diganti, dan status kelayakan unit. Selain dokumentasi, perlu untuk melakukan inspeksi rutin bulanan, membalik tabung powder secara berkala, dan memastikan seluruh tim memahami penggunaan APAR. Baca juga artikel tentang “Layanan Terbaik Isi Ulang APAR”.

Leave a Comment