Dapur komersial yang memiliki aktivitas tinggi dengan api, suhu panas, dan minyak panas memiliki resiko besar terjadi kebakaran. Oleh karena itu, pemasangan fire suppression system sebagai alat pencegah kebakaran menjadi hal yang krusial dan tidak boleh diabaikan.
Berbeda dari sistem lainnya yang masih harus dioperasikan secara manual, fire suppression system beroperasi secara otomatis dalam mendeteksi dan memadamkan api sebelum menyebar lebih luas.
Secara umum, ada beberapa media pemadam kebakaran yang umum digunakan, yaitu:
- Wet Chemical System
- Dry Chemical System
- Carbon Dioxide System
Masing-masing memiliki mekanisme, keunggulan, dan kelemahan yang berbeda-beda. Artikel ini akan membahas secara lebih mendalam setiap media agar pembaca lebih paham dengan perbedaannya sehingga dapat memilih media dengan tepat sesuai pada kapasitas dan kebutuhan dapur komersial.
Wet Chemical System (Sistem Berbasis Bahan Kimia Basah)
Mekanisme
Wet Chemical System adalah sistem pemadam kebakaran yang menggunakan cairan kimia khusus untuk memadamkan api. Cara kerjanya adalah ketika sensor mendeteksi adanya potensi kebakaran, maka agen kimia basah akan dilepaskan. Ketika media dilepaskan, maka lapisan busa sabun akan terbentuk di atas api atau minyak panas dan memutus salah satu elemen pembentuk api yaitu oksigen. Setelah itu, suhu akan turun dan kebakaran pun bisa dicegah lebih dini.
Keunggulan
- Kemampuan Mencegah Reignition
Reignition adalah proses api menyala kembali setelah sebelumnya bisa dipadamkan. Dengan menggunakan media kimia basah, potensi reignition bisa dicegah karena minyak dengan suhu tinggi telah dilapisi dengan lapisan sabun yang mencegah titik panas terpapar oleh oksigen yang bisa menyebabkan api menyala kembali. Selain itu, media yang berbahan dasar air memiliki suhu yang dingin, sehingga suhu minyak yang sangat panas bisa sekaligus diturunkan dengan menggunakan media ini.
- Lebih Aman untuk Manusia
Tidak seperti media kering yang meninggalkan residu berupa bubuk yang bisa terhirup dengan mudah oleh manusia, media berupa cairan kimia tidak akan menyebabkan kerusakan pernapasan jika terhirup dalam jangka pendek.
- Efektif untuk Kebakaran Bersumber Minyak atau Lemak
Minyak hasil penggorengan bisa menyimpan energi panas sampai 316 derajat celcius – jauh lebih tinggi dari panas yang bisa disimpan oleh bensin atau solar. Sehingga, media cair akan jauh lebih efektif karena tidak hanya memutus interaksi panas dengan oksigen, namun juga mendinginkan suhu.
Kelemahan
- Perlu Pembersihan Menyeluruh
Residu yang ditinggalkan oleh cairan kimia basah bersifat korosif. Oleh karena itu, setelah cairan disemprotkan dan situasi sudah terkendali, maka pembersihan harus dilakukan secara detail untuk mencegah adanya sisa cairan yang masih menempel.
- Tidak Cocok untuk Kebakaran Jenis Lain
Sistem ini dirancang untuk memadamkan kebakaran yang bersumber dari minyak goreng, lemak, atau mentega. Untuk kebakaran yang bersumber dari aliran listrik, sangat berbahaya menggunakan media cair untuk memadamkan api mengingat air bersifat konduktor. Sedangkan untuk kebakaran yang disebabkan oleh cairan seperti bensin atau solar, menyemprotkan cairan untuk memadamkan api bisa membuat cairan sumber kebakaran menyebar lebih luas. Oleh karena itu, penggunaan media wet chemical cukup terbatas.
Dry Chemical System (Sistem Berbasis Bahan Kimia Kering)
Mekanisme
Dry Chemical System adalah sistem pemadam kebakaran yang menggunakan serbuk kimia khusus untuk memadamkan api. Cara kerjanya hampir sama dengan wet chemical system, hanya berbeda pada media yang disemprotkan, yaitu berupa serbuk.
Keunggulan
- Serbaguna
Tidak seperti wet chemical yang terbatas sebagai media pemadam kebakaran yang bersumber dari minyak atau lemak saja, media serbuk kimia bisa digunakan untuk berbagai jenis tipe kebakaran.
- Harga Terjangkau
Dibandingkan dengan media yang lain, dry chemical memiliki harga yang lebih terjangkau dengan biaya perawatan yang juga jauh lebih rendah.
Kelemahan
- Meninggalkan Residu
Dry chemical meninggalkan residu berupa bubuk yang menempel pada peralatan maupun permukaan. Serbuk yang ditinggalkan pun memiliki sifat korosif yang merusak. Oleh karena itu, pertimbangan untuk memilih media dry chemical harus diperhitungkan secara matang terutama melihat jenis ruangan yang akan diproteksi.
- Berpotensi Terjadi Reignition
Dry chemical memang efektif untuk memadamkan api dengan membentuk lapisan pada titik api. Namun, dry chemical tidak memiliki efek pendingin yang membuat potensi reignition bisa terjadi.
- Dapat Mengurangi Visibilitas
Bubuk kimia yang dilepaskan akan menyebabkan pandangan menjadi lebih buram. Hal ini bisa menghambat proses evakuasi karena jarang pandang yang terbatas.
- Kurang Aman untuk Kesehatan
Serbuk kimia yang berupa partikel kecil akan sangat mudah terhirup oleh manusia. Dalam jumlah tertentu pasti akan mengganggu pernafasan dan tidak baik untuk kesehatan. Hal ini lebih berbahaya lagi jika proses evakuasi dilakukan di ruangan yang tertutup dan jangka waktu yang lama.
Carbon Dioxide System (Sistem Berbasis Karbondioksida)
Mekanisme
Cara kerja fire suppression system dengan media karbondioksida adalah media berupa gas CO2 dilepaskan dalam tekanan tinggi untuk memadamkan api dengan menurunkan kadar oksigen yang ada di ruangan.
Keunggulan
- Tidak Meninggalkan Residu
Media karbondioksida tidak meninggalkan residu karena berbentuk gas. Setelah dilepaskan, karbondioksida tidak meninggalkan busa, serbuk, atau lapisan lainnya pada peralatan maupun permukaan. Hal ini akan berpengaruh pada proses pemulihan yang lebih cepat karena tidak perlu pembersihan yang memakan tenaga, waktu, dan biaya yang besar.
- Tidak Merusak Peralatan
Karena tidak meninggalkan residu, media ini lebih aman untuk peralatan-peralatan penting, misal di ruang server, ruang panel listrik, maupun ruangan lainnya.
- Efektif untuk Kebakaran Listrik
Karena media ini berbentuk gas, maka tidak ada zat yang berpotensi menyebabkan korsleting tambahan atau penghantar listrik.
Kelemahan
- Berbahaya bagi Manusia
Dalam ruang tertutup, media ini akan sangat berbahaya bagi manusia karena sifatnya yang memerangkap oksigen. Sifat ini memang sangat penting untuk memadamkan api karena bisa menghilangkan salah satu komponen pembentuk api. Namun, dalam jangka waktu yang lama tidak baik bagi manusia karena bisa menyebabkan kekurangan kadar oksigen di dalam tubuh.
- Harga Lebih Mahal
Faktor yang menyebabkan media karbondioksida lebih mahal adalah adanya kebutuhan keamanan tambahan. Karbondioksida biasanya disimpan dalam tabung dengan tekanan tinggi yang menyebabkan biaya penyimpanan yang lebih tinggi. Selain itu, resiko karbondioksida bagi manusia sangat tinggi, oleh karena itu sistem keamanannya pun harus lebih ketat. Hal ini juga menyebabkan biaya menjadi lebih tinggi.
Sistem yang Paling Tepat untuk Dapur Komersial
Setelah membaca penjabaran tadi, kesimpulan yang bisa diambil adalah wet chemical lebih cocok digunakan untuk dapur komersial. Cara kerjanya yang dobel – melapisi titik panas dan menurunkan suhu – membuat media berbentuk liquid ini lebih efektif untuk potensi kebakaran yang bisa terjadi di dapur dengan aktivitas yang tinggi dalam penggunaan minyak dan lemak.
Fire suppression system adalah sistem yang cukup kompleks. Tidak hanya saat proses instalasi, namun juga proses pemeliharaannya yang harus rutin dilakukan. Baca artikel Panduan Pemeriksaan Berkala Fire Suppression System untuk mengetahui lebih lanjut tentang maintenance fire suppression system.


