Pekerjaan fire suppression system tidak berhenti pada saat proses pemasangan saja. Ada jadwal pemeriksaan berkala yang harus dipatuhi oleh pengelola bangunan atau gedung untuk memastikan sistem dapat bekerja saat kondisi bahaya terjadi. Pemeriksaan ini harus rutin dilakukan tergantung pada komponen apa yang diperiksa.
Beberapa komponen yang harus diperiksa misalnya pompa, sprinkler, detektor asap, alarm, dan alat pemadam api. Artikel ini akan membahas tentang jadwal pemeriksaan berkala yang harus dilakukan meliputi pemeriksaan per bulan, per tiga bulan, per enam bulan, dan setahun sekali.
Jadwal Pemeriksaan Berkala
Pemeriksaan komponen dibagi menjadi jadwal-jadwal yang lebih spesifik. Frekuensi pemeriksaan ini dibagi menjadi:
Bulanan
Pemeriksaan setiap bulan perlu dilakukan untuk melakukan inspeksi visual. Komponen yang perlu diperiksa misalnya nozzle. Nozzle adalah jalur keluarnya media pemadam kebakaran. Pastikan nozzle tidak tersumbat atau rusak. Selain itu, tabung agen juga dipastikan berada dalam tekanan normal. Periksa juga panel kontrol berfungsi dengan baik karena hal ini juga berkaitan dengan aktif atau tidaknya alarm tanda kebakaran.
Triwulan (Setiap 3 Bulan)
Pemeriksaan triwulan ini berkaitan dengan tes fungsional. Tes ini dilakukan untuk memastikan bahwa sistem dapat berfungsi dengan baik pada saat terjadi kondisi bahaya. Pemeriksaan triwulan terdiri dari pengecekan detektor asap, uji alarm dan strobe, dan pengecekan koneksi kabel. Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, fire suppression system memiliki keunggulan bisa diintegrasikan dengan sistem kelistrikan dan gas. Hal ini agar apabila terjadi kebakaran maka sistem secara otomatis memastikan sumber api. Kabel-kabel sambungan ini juga harus diperiksa agar sistem terintegrasi secara efektif.
Semesteran (Setiap 6 Bulan)
Pemeriksaan yang dilakukan setiap 6 bulan sekali ini dilakukan secara lebih mendalam dibandingkan pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya. Biasanya dalam pemeriksaan ini sistem akan dicek dengan melakukan simulasi penuh, sensor tekanan dikalibrasi, dan jalur pipa dibersihkan.
Tahunan (Setahun Sekali)
Dalam pemeriksaan tahunan hal yang harus dilakukan adalah melakukan pengisian ulang media pemadam kebakaran dan penggantian suku cadang yang rusak.
Tentunya, hal yang tidak boleh dilupakan oleh operator pada setiap pemeriksaan adalah melakukan dokumentasi dan membuat laporan. Pengarsipan ini harus dilakukan secara rinci dan detail agar inspektor maupun operator yang bertugas berikutnya memiliki rekap kondisi sistem terakhir kali.
Tips Pemeriksaan Berkala secara Profesional
Gunakan Teknisi Bersertifikat
Fire suppression system memiliki struktur yang kompleks dan harus terintegrasi dengan sistem yang lain. Oleh karena itu, teknisi yang memasang maupun melakukan pemeriksaan rutin harus memiliki sertifikat, terutama untuk pengujian fungsional dan pemeriksaan tahunan yang melibatkan proses pengisian ulang maupun penggantian suku cadang. Sertifikat teknisi yang diakui di Indonesia misalnya yang dikeluarkan oleh BNSP, Kemenaker RI, maupun institusi swasta.
Catat dan Dokumentasikan Aktivitas
Setiap hasil inspeksi, baik bulanan maupun bulanan, harus dicatat. Dokumen pencatatan tersebut yang akan menjadi alat analisis tren kerusakan dari masing-masing komponen yang ada.
Jangan Tunda Perbaikan pada Kerusakan Minor
Jika ada kerusakan kecil, maka segera perbaiki. Kerusakan kecil yang diabaikan akan menyebabkan kerusakan yang lebih besar dan kegagalan fungsi sistem pada saat dibutuhkan. Jika menunda perbaikan, maka biaya yang akan dikeluarkan untuk memperbaiki sistem menjadi lebih besar.
Simpan Stok Suku Cadang Penting
Baterai, sensor/detektor, dan pipa merupakan komponen yang mudah rusak karena sensitif. Oleh karena itu, jangan lupa stok suku cadang yang penting agar perbaikan bisa lebih cepat dilakukan.
Lakukan Pelatihan pada Operator secara Rutin
Selain teknisi, ada pula operator harian yang bertugas mengecek sistem ini. Operator yang paham cara kerja fire suppression system dengan baik akan lebih mudah menyadari anomali pada sistem sehingga kerusakan bisa dideteksi lebih dini bahkan sebelum adanya inspeksi rutin. Operator ini harus dilatih secara rutin juga agar kemampuan dan kepekaannya semakin baik.
Patuhi Standar
Selain pemasangan, proses maintenance sistem juga ada standarnya. Standar yang biasa dijadikan acuan adalah standar dari NFPA dan SNI.
Pemeriksaan berkala fire suppression system bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan investasi nyata dalam keselamatan jiwa dan aset. Dengan menerapkan prosedur inspeksi yang sistematis, terdokumentasi, dan mengacu pada standar internasional seperti NFPA, Anda memastikan sistem pemadam kebakaran benar-benar siap bekerja saat dibutuhkan.
Baca artikel Standar Instalasi Fire Suppression System pada Dapur Komersial untuk mengetahui apa saja standar yang harus dipenuhi untuk memasang fire suppression system terutama pada dapur komersial.


